<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Sosial Budaya on Podcast Internasional</title><link>https://podcastinternasional.com/categories/sosial-budaya/</link><description>Recent content in Sosial Budaya on Podcast Internasional</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Thu, 22 Jan 2026 09:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://podcastinternasional.com/categories/sosial-budaya/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Podcast sebagai Alat Diplomasi Budaya dan Bahasa</title><link>https://podcastinternasional.com/posts/podcast-diplomasi-budaya/</link><pubDate>Thu, 22 Jan 2026 09:30:00 +0700</pubDate><guid>https://podcastinternasional.com/posts/podcast-diplomasi-budaya/</guid><description>&lt;h2 id="evolusi-diplomasi-dalam-gema-digital"&gt;Evolusi Diplomasi dalam Gema Digital&lt;/h2&gt;
&lt;p&gt;Diplomasi tidak lagi sekadar urusan meja perundingan formal di ruang-ruang kedutaan yang tertutup. Di abad ke-21, paradigma diplomasi telah bergeser dari &lt;em&gt;hard power&lt;/em&gt; yang mengandalkan kekuatan militer dan ekonomi, menuju &lt;em&gt;soft power&lt;/em&gt;—sebuah konsep yang dipopulerkan oleh Joseph Nye untuk menggambarkan kemampuan suatu negara dalam memengaruhi pihak lain melalui daya tarik budaya, nilai-nilai politik, dan kebijakan luar negeri yang dianggap sah. Dalam lanskap yang semakin terdigitalisasi, medium audio seperti podcast telah muncul sebagai instrumen baru yang sangat efektif dalam menjalankan agenda diplomasi budaya dan bahasa tersebut.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>